Rabu, 06 Januari 2016

Ujung Jari

Menggubah pohon menjadi komoditi. Mengubah oksigen menjadi bahan mentah. Manusia serakah pada kuasa. Meraung murung pada kebebalan. Menjatuhkan diri pada tumpukan kotoran. Babi mengambang di atas lautan. Rusa terbang menembus awan. Ikan – ikan di akuarium terlalu malas menjangkau butiran makanan. Burung – burung ogah bernyanyi iri pada suara televisi. Internet memuat manusia. Makhluk paling kompleks di jagad raya. Kerbau sekarang bisa mengaum seperti singa. Badak bahkan memanjat pohon seolah dirinya tupai saja. Ayam menari dipertunjukan balet. Elegan sekali. Ayam penyet menyerah pada ayam pop. Kurang popular karena aroma terasi terlalu tajam.
Nasi goreng dibuang ke tempat sampah karena berbahan nasi kemarin. Bakwan teramat istimewa dibanding bubur kacang hijau.

Sesampainya di rumah aku tak lagi bersamanya. Ia sekarang merantau ke pulau seberang. Dengan hati yang terkoyak dalam, bersama angin malam yang ia simpan sebagai pendingin badan. Jalanan lengang di gang di depan rumah nomor sembilan. Aku masih tak percaya ini bulan juli, menimang boneka beruang coklat bernama teddy. Aku terlalu romantis untuk mengucapkan puisi – puisi yang aku tulis di kamar mandi. Ini tidak salah. Mungkin aku terlampau lelah. Aku pernah marah sekali padamu dan kemudian yang terjadi, kambing tetangga kau sodomi. Oh, aku tak mau mengulanginya lagi, kita sudah punya anak, sepasang kenari kuning kehijauan yang kita beli bulan lalu.

Celana berdarah akibat pisau yang kau hujam ke pahamu masih menggantung di dekat tangga. Jendela terbuka yang sengaja kau biarkan hingga senja, aku bahkan tak berani menyentuhnya.

Gayung biru terlalu banyak menampung sikat gigi bekas. Sabun cuci terlalu suci untuk menyuci. Rayuan cicak maut kepada nyamuk. Malam telah kembali terang. Siang tak lagi buram. Pagi inipun seakan mulai menjanjikan. Sebuah pola keseharian babi hutan terganggu gaduhnya anjing pemburu. Kelinci kecil nyaman tinggal di sarang. Entok – entok di kandang berpagar anyaman bambu bersahutan menyambut sisa nasi goreng basi. Mengamini pertunjukan semesta pagi hari.