Kalau kupikir yang menjadi teka –
teki hebat bukanlah hasil dan sesuatu yang akan kita gapai. Akan tetapi semua
yang berhubungan dengan proses dan usaha serta perjuangan bagaimana kita
mencapainya. Ya, seperti kita mendapati sebuah mangga jatuh dari pohonnya dan
semacam rasa dimana kita mendapatkan sebuah mangga harus memanjat batang dan
rantingnya untuk kemudian menggunakan sedikit keterampilan dengan tongkat atau
bambu dan semacamnya untuk memetik buah itu. Dan lagi, bukankah yang menanam
lebih banyak ia akan memanen tidak sedikit pula. Sementara hidup ini terkadang
membiarkan kita terkungkung tanpa batasan di antara keduanya. Menjerat kita
yang seharusnya sadar, senyuman dan penghayatan atas derajat manusia sebagai
khalifah makhluk lainnya membuat kita tidak meremehkan hal – hal kecil
sekalipun serta bahwa keberadaan kita karena keadaan mereka. Sifat ada yang
wujud meluluh lantakkan hipotesa semesta untuk manusia.
Dalam sekilas aku merasa dunia
ini tempat bermain seperti taman sewaktu kita kecil. Tanggung jawab serta reward and punishment mengangkangi
kesadaran itu, yang berimbas pada ketakutan mencoba, terjatuh, dan bahkan
dilarang gagal karena tidak ada tempat untuk mereka yang tidak menghasilkan
secara harfiah.
Kebesaran kita yang diciptakan
berakal sama halnya menempatkan diri di sekian banyak makhluk dan benda menjadi
semacam debu, sebesar tak lebih dari batu vulkanik gunung berapi. Tetapi
kitalah yang mampu mencipta dan berkreasi mengamankan juga menyeimbangkan dunia
kita dan memberikan kesejahteraan bagi seiisinya.
Serangkaian tulisan akan berakhir
menjadi sampah di dunia maya yang telah tercipta, namun juga menjadi pertanda
bagaimana sikap kita menghadapi tekanan dan keluangan pada masa – masa
tertentu. Memperlihatkan bagaimana aku, bukan aku hasil semata.