Kini jauh sudah. Semua yang
terlintas merupakan peristiwa yang tak mampu kita masuki, meski masih bisa kita
rasakan. Tetap bisa kita ulangi, tapi tidak akan sama. Sekali kita melakukan,
sekali itu saja kita berada, dan jika pun kita melakukan lagi dalam jangka
pendek, hal itu sudah bukan hal yang sama. Apapun yang sudah dilakukan dan
terlewatkan kemudian menjadi kenangan. Peristiwa lalu yang masih membekas,
tanpa keinginan untuk menarik ingatan itu kembali, peristiwa lalu bisa saja
terlintas kapan saja.
Kegemilangan dahulu kala yang
disanjung dan dipuja sedemikian rupa toh runtuh juga. Digantikan atau bahkan
tergantikan, dalam hal ini terjadi semacam kesadaran untuk melakukan
penggantian dan termasuk di dalamnya muncul kebiasaan baru yang dengan
sendirinya tumbuh lebih cepat dari yang disadarkan pendirinya, dengan cepat dan
massif mempengaruhi sebagian besar penghuninya. Namun, yang sudah tergantikan
perannya dan misalnya dalam pembahasan ini katakan saja suatu hal yang populer,
tidak dengan begitu saja lenyap. Kepopuleran sesuatu dimasa lampau sedikit
banyak mempengaruhi sesuatu yang popular kini. Bila diandaikan sebuah siklus,
meski A tergantikan B, B tidak serta merta tidak mengandung nilai – nilai yang sebelumnya
terkandung di dalam A.
Begitulah sewajarnya, dari tahap
ke tahap selanjutnya mengalami suatu perbaikan. Mengeliminasi yang dianggap
buruk. Meminimalisir kesalahan, dan memperbesar peluang untuk menang. Menjadi pemenang.
Menjadi pemegang kuasa, pengendali atas yang lainnya. Memiliki lebih banyak
daripada yang lainnya, mempunyai yang dianggap berharga – bernilai bagi yang lainnya.
Jika boleh diandaikan masa hidup
sekarang mengalami penyusutan. Bergerak lebih cepat, hitungan waktu yang telah
disetujui tanpa protes kaum ini masih tetap. Tetapi pertanyaannya, apakah benar
waktu yang dari dulu sampai sekarang patokannya sudah digunakan mampu menampung
cepatnya arus hidup. Pergerakan, dalam rentetan, menemukan sesuatu, berkabar,
menyapa, mengirim, berpindah tempat, vakansi, mungkinkah dilakukan dalam satuan
waktu yaitu hari, dan hanya sehari. Jika hal ini tentu saja dibandingkan dengan
sebelum era millennium.
Pernyataan sebatas asumsi,
apalagi untuk ditanyakan validitasnya jangan diharapkan lebih. Seribuan pernyataan
yang tercetus dalam hitungan detik, mencapai juta pada hitungan menit dan
milyar dalam hitungan hari, adakah di antara pernyataan – pernyataan tersebut
yang kemudian revolusioner, visioner, berbeda dan mengandung lebih banyak ide –
ide menyegarkan. Ada tentu saja, lalu akan menjadi apakah ide – ide itu,
berakhirkah menjadi masturbasi pemikiran belaka. Tanpa sempat diejawantahkan
menjadi sesuatu yang berbentuk, yang merdeka atas dirinya, pikiran, rasa, menghasilkan
karya.
Sejauh ini arus ide dan
sejenisnya memang begitu deras, dan masih wajar andai saja hanya beberapa yang
beruntung yang sanggup merekonstruksikannya. Sebab bukan soal bagaimana
mewujudkan itu saja, begitu banyak faktor lain yang menyita bukan sekadar
waktu, juga kemungkinan terburuknya menelan ide itu sendiri, akibat
ketidakmampuan ide tersebut mengakomodasikan keinginan atasnya. Hal ini
berujung pada tenggelamnya ide di dalam lautan kapitalis. Diwujudkan jika
memberikan keuntungan material yang tidak sedikit dan menjadikannya seragam,
bahkan tidak cukup pada pengharapan mendapat keuntungan yang boleh diasumsikan
akan menjadi semacam gaya atau bila diartikan dalam secara mikro menjadi sebuah
cara untuk hidup, cara menjalani kehidupan.
Tidak ada yang mutlak salah,
seragam juga bukan penghalang tumbuhnya tunas – tunas pembaharuan. Di sisi lain
jika sanggup, tekanan yang dirasakan, pembatasan yang dilakukan atas individu –
individu merdeka, pembredelan kepada masyarakat terbuka malahan pada beberapa
kasus mampu menumbuhkan tunas – tunas tadi menjadi sebuah pohon yang akarnya
menancap lebih dalam dari lainnya. Batangnya lebih lebih tebal dari tank – tank
berlapis baja. Dahannya lebih kokoh dari tangkai – tangkai senapan. Daunnya lebih
rimbun dari kompleks kerajaan. Menjulang ke awan jauh mengangkangi pidato –
pidato jenderal tanpa pasukan.
Pada awal – awal perubahan banyak
yang tidak mengerti bahwa apa yang membuat mereka nyaman selama ini ialah
pemusnahan massal tanpa pembunuhan. Banyak yang belum terbiasa padanya. Beberapa
sudah bisa mengantisipasi, dan sebagian setelahnya tetap bisa bertahan diri. Bergerak
dalam keluwesan masa. Berlenggok mesra dalam tarian imajiner kemilau kerapuhan
jiwa.