Tidak, jangan repot - repot jika hanya sekadar mencari suasana baru!. Itu wajar, sekali lagi fidelity!. Setidaknya itulah yang membuatku tetap (ber)tawa. Ya, kita tahu kita tidak benar - benar mengagungkan sebuah kisah romantis. Klasik, tangis haru itu masa lalu. Kita akan dipenuhi awkwardness yang menyenangkan. Sesuatu berkebalikan dan tidak berkeberatan. Suatu pengertian; kita sudah lelah meloncat kesana kemari.
Hiduplah seperti apa yang kamu rasakan atas kenyamanan yang sedang kamu lakukan. Tanpa ratapan. Keluhan seperti halnya kerikil yang terinjak, terasa menggigit tapi tak lama. Selama yang telah kita lakukan sebagai makna dari sebuah perjalanan, sesingkat itulah akhirnya kita mengakui kebutuhan akan yang hal lain. Akan diri yang sama yang kamu temukan tidak pada orang lain selain diri masing - masing.
Selanjutnya, pelajarilah yang disebut dengan keindahan, kata sifat yang bisa digambarkan seolah sebuah benda!. Bahwasanya 'ia' tersusun dari kegilaan sebenarnya dari diri seseorang yang muncul bisa begitu saja, bisa juga setelah perenungan yang agak lama.
Ini tidak membuktikan apa - apa. Ini juga tidak berarti apa - apa andai kau bertanya saat ini apa gunanya. Sebagian hal itu hanyalah remah kecil yang terkikis dari batang kokohnya, hanya perlu mengumpulkan. Ingat kita bukan pengepul, hanya kolektor.
Coba bayangkan, mana yang lebih menakutkan; melakukan hal yang dianggap orang sebagai kenyamanan/ menyenangkan tanpa sedikitpun perlu berbagi?. Atau kembali pada satu/ dua kemungkinan yang menyediakan kemampuan dan potensi untuk melahirkan ketenangan dengan berbagi.
Berbagi bukan materi, namun kehangatan diri.
Tidakkah kau merasa beku dengan segala rutinitas harianmu?. Dan aku yang lebih sering termangu berfantasi ria tanpa ujung pangkal dan tindakan menyenangkan. Poor me. Jangan kasihani.
Inilah bagaimana kita menjalani dan menjalin diri di lintasan hidup. Yang telah digariskan, yang tak perlu ditawar.
Yang hanya sanggup kita banggakan dalam kemawasan diri. Kesungguhan dalam memahami.
Meresapi apapun yang pernah menjadi.
Mengulang yang menyebabkan senang.
Berkelanjutan pada kebahagiaan.
Berpangkal pada kesyukuran.
Tapi sabar ada batasnya, dan dunia ada akhirnya; jika kau percaya.
Maka dari itu arrivederci!.