Kamis, 31 Oktober 2013

Panti Asuhan



Beberapa minggu lalu saya menyempatkan diri mengunjungi suatu Panti Asuhan bersama “seseorang”. Ini bukan kali pertama saya pergi ke panti asuhan, pernah tapi tak sering juga. Rasanya menyenangkan sekaligus mengharukan. Saat kali pertama ke panti asuhan yang bertepatan ditemani olehnya mengingatkan saya untuk lebih bersyukur dan terus mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan. Hal tersebut wajar kala kita singgah sejenak dan menyelami kembali memori kita akan hal-hal yang belum tercapai atau sesuatu yang seolah berakhir sia-sia.
Betapa berharganya waktu yang Tuhan berikan kepada kita sesungguhnya.
Dan tak terbayang akan jadi apa mereka nantinya, hanya mengharap dan mendoakan yang terbaik untuk mereka.


Wujudkan!



Tukang mimpi, mungkin itu julukan yang tepat buat saya. Bukan karena saya telah mewujudkan mimpi besar saya, namun lebih kepada sebegitu banyak mimpi yang saya miliki. Bicara tentang mimpi  gak akan berakhir kecuali kita udah tidur dan mengalami mimpi itu sendiri.
Suatu ketika saya punya mimpi memiliki handphone yang bisa digunakan untuk memutar lagu/mp3-an.  Alhamdulillah beberapa bulan lalu terwujud dan sampai sekarang  jam terbang dari aplikasi pemutar music tersebut terus saja meningkat. Sejak Sma saya punya keinginan membeli laptop, meskipun di rumah ada komputer tapi karena rusak, akhirnya hari-hari saya biasa saya habiskan di warnet sebelah rumah. Dan pertengahan tahun ini, mimpi itu terwujud. Adalah abang saya yang dengan ikhlas membelikan laptop untuk saya.
Beberapa hari lalu saya baru saja melakukan transaksi di internet untuk pembelian sebuah kamera digital, ya digital. Alhamdulillah barangnya sudah sampai di tangan saya.

Ini penampakannya..

 Untuk melihat hasil jepretannya silahkan kunjungi alamat ini



 Pertimbangan saya membeli kamera tersebut selain karena saya suka sesuatu yang “beda”, juga terkendala di budget apabila ingin membeli sebuah DSLR. Dibandingkan dengan kamera instax atau Polaroid tentu lebih murah karena tidak perlu membeli kertas setiap melakukan pemotretan. Kamera Lomo Joco VX5 ini berbeda dengan kamera lomo pada umumnya karena Joco VX5 tidak lagi menggunakan film sebagai media penyimpannya alias tak lagi kamera analog melainkan sudah digital. Digital dengan efek lomo dan bisa mengambil  video juga dengan efek lomo.
Itulah alasan saya kenapa saya membelinya. Saya yakin kalian juga mempunyai alasan masing-masing untuk setiap tindakan dan khususnya barang-barang yang kalian beli. Tapi intinya alasan masuk akal ketika barang tersebut memang bermanfaat buat kalian.
Mengenai mimpi, it’s not about the ideas it’s about making ideas happen. d[(^_^)]b


Rabu, 16 Oktober 2013

keep grateful


Kemiskinan sesungguhnya ialah apabila tak mampu beramal kepada orang lain

keep calm



Daripada meratapi apa yang tidak dimiliki lebih baik memaksimalkan apa yang telah dimiliki.
                08/012

keep fight



Seorang penari tidak menari untuk dirinya sendiri. Kalupun tak ada panggung, ciptakan panggungmu sendiri.
                2/08/012