Sabtu, 13 Oktober 2018

1/4


Jika kamu ingin melakukannya, lakukanlah. Hidup hanya sekali, jangan kebanyakan menyesali hal-hal yang kau lewati. Semua berawal. Semua punya asal. Semua berakibat, semua punya dampak, semua beresiko, semua tak pernah aman, dan tak ada kata sudah. Lakukan dan lakukan. Berjalan terus. Terjang kebosanan. Lelah dan amarah, candu dan gairah. Susah. Berbenah, lemah, berkilah.

Kau tak perlu menyombongkan sesuatu. Tak pantas juga kau menggerutu sepanjang waktu. Lihat, dengar, rasakan. Orang-orang lain juga dilanda keheranan. Dunia yang tak lagi sesuai harapan. Dan jalan-jalan panjang nan terjal yang harus dilalui ialah keniscayaan.

Bahagiakan dirimu. Bebaskan pikiranmu.

Lama sudah dikungkung norma-norma. Lama sudah hidup menurut kata orang tua. Ide dan gagasan di kepala disimpan dalam-dalam sebab tak ada tujuan dan strategi masuk akal. Cita, adalah buah dari peluh yang kita peras selama prinsip kita pegang teguh. Cita adalah kehidupan. Sedangkan dua puluh tahun hidup, cita, tak lebih dari bualan, omong kosong tanpa beban.

Musyawarah dan tukar pikiran dikalahkan oleh kekhawatiran orang tua. Tak ada dukungan. Anggap saja ada, namun bukan yang kita butuhkan. Sebab hidup berdampingan dengan mereka bukan lagi prioritas. Sebab impian adalah batas. Karena cita membuat(ku) ingin terbang bebas.

PKU/ 018

Sabtu, 06 Oktober 2018

Di Jalan Pulang

Malam mulai luruh
Pagi berangsur jatuh

Pedagang pasar mengais berkah
Manusia becak tak kenal lelah
Pemuda-pemuda tanggung tak tahu arah

Udara pagi memeluk daun-daun dan rerumputan
Menyembunyikan sengsara di pojokan

04:12
6 Okt 018