Kamis, 27 Juni 2019

Sayonara

(Perjalanan panjang kehidupan)

Kau takkan pulang tanpa kebaruan, menuju titik tertentu untuk melanjutkan cerita. Sebuah kisah yang telah lama kau rancang harapan-harapannya, berbelok, meliuk, memutar balik, sejenak berhenti dan kemudian berlari sekencangnya. Kau tak tahu sedang mengisi atau diisi. Kita tak benar-benar sadar, sedang memberi arti atau mencari sebuah arti.

Perpisahan, katamu, adalah sebuah koma dari perjalanan panjang kehidupan. Suatu momentum untuk kembali dari awal, memulai lembaran baru. Mengenang masa lalu, mengendapkan pilu.

Kau menawarkan tantangan dan berani mencoba. Menertawakan getir kenyataan, mendeskripsikan dengan lantang apa itu rindu dan kebahagiaan. Bersujud dalam, memohon ketenangan dan keselamatan.

Jarak, telah kau tekuk tak berkutik. Dan telah kau buktikan, keteguhan menjalani impian. Kini kau akan terbang, menelusuri rute-rute baru kemudian, temukan kesenangan dan persamaan. Tersenyum lagi, menertawakan keabsurdan perjalanan hidup. Menulis lagi hal-hal kecil yang membuatmu bahagia. Menemukan malam yang jatuh di Surabaya.

Nun jauh di sana masihkah kau akan ingat, obrolan-obrolan ringan di sela-sela kejenuhan bekerja?
Di kota yang belum pernah kau singgahi sebelumnya akankah kau syukuri langitnya?

Selasa, 04 Juni 2019

Pertemuan


Untuk kesekian kali kembali. Pada terang bulan dan lembab malam. Untuk kerinduan yang mengawang, diselingi tangis dan hujan sore hari. Ini itu melebur dalam peluk sepersekian detik antar tubuh. Sekian kali dan lagi-lagi.

Mana mungkin hidup itu-itu saja sedang udara kadang segar terkadang memabukkan.

Ramai lancar pada malam sebelum raya.
Satu sibuk menghitung dosa.
Satu sibuk merekap pahala.
Satu sibuk mengurai rasa.