Untuk kesekian kali kembali. Pada terang bulan dan lembab malam. Untuk kerinduan yang mengawang, diselingi tangis dan hujan sore hari. Ini itu melebur dalam peluk sepersekian detik antar tubuh. Sekian kali dan lagi-lagi.
Mana mungkin hidup itu-itu saja sedang udara kadang segar terkadang memabukkan.
Ramai lancar pada malam sebelum raya.
Satu sibuk menghitung dosa.
Satu sibuk merekap pahala.
Satu sibuk mengurai rasa.