Tuhan benarkah ini 2015 Masehi atau ini kalender kira - kira saja. Benarkah usia sesungguhnya aku ialah 20 tahun menjelang 21 bulan Juni nanti, apakah itu benar. Lalu sampai kapan usiaku ini menemukan kedewasaan agar bisa menyumbangkan kebaikan kepada sesama makhluk-Mu.
Baiklah, banyak sudah jalan yang telah ditunjukan kepadaku. Pesan yang baik yang disampaikan melalui teman - teman, saudara, keluarga, adek dan orang tuaku.
Benarkah untuk mencapai kelas yang lebih tinggi kita harus mendapatkan ujian yang berat dan harus bisa melaluinya. Bagaimana dengan anggapan hidup yang mudah tapi tidak menganggap remeh, maksudnya kita merasakan keringanan dalam melakukan tanpa merasakan sesuatu yang oleh kita sendiri dianggap berat. Sehingga kita merasa belum mencapai kelas yang lebih tinggi karena menganggap dirinya sendiri belum mendapat ujian yang berat. Benarkah ujian yang berat itu juga mampu meningkatkan iman?
Dan lagi, banyak teman-teman saya yang tanpa saya sadari ilmunya bahkan jauh di atas saya. Saya mendengar pendapat dan nasehat mereka, tapi kenapa saya selalu sulit untuk mengingatnya. Saya hanya mengangguk setuju, tersenyum dan kebanyakan tertawa karena merasa beberapa hal yang disampaikan walaupun itu benar tetap mengandung unsur kelucuan. Betapa Tuhan Maha Asik mampu menyampaikan pelajaran hidup tanpa melalui peristiwa langsung yang tidak akan membuatku tersiksa malahan selalu membuatku tersenyum dan tertawa. Asik.
Apakah aku bahagia? Aku selalu menginginkan produk - produk baru, canggih, bermutu. Selalu terobsesi, apakah aku salah bahkan dosa. Siapa yang tahu jika bukan diri-Mu.
Tuhan, terima kasih sangat.
Selasa, 24 Februari 2015
Aku Menyapa-Mu
Selamat malam Tuhan.
Selamat membaca tulisanku yang aku tahu karena Diri-Mu lah aku menuliskan buah pikiran ini.
Selamat tersenyum Tuhan karena tingkah lucu hamba-Mu yang Kamu sendiri sudah tahu kenapa aku bisa selugu dan lucu ini.
Tuhan apakah Anda tertawa?
Tuhan apakah aku boleh bertanya kepada-Mu?
Kenapa aku sampai sejauh ini menghubungimu, bukankah sudah cukup dalam doa setelah shalat saja sudah cukup tidak perlu menuliskannya di blog seperti ini. Itu pertanyaanku.
Tuhan, Kau pasti sudah mendengar ada yang menyebut, mengingat, mengamini, dan meyakini-Mu bahwa Tuhan Maha Oke, seperti penggalan lirik lagu FSTVLST. Atau Mbah Tedjo yang menganggap-Mu Tuhan Maha Asik.
Tuhan tidak marah?
Selamat membaca tulisanku yang aku tahu karena Diri-Mu lah aku menuliskan buah pikiran ini.
Selamat tersenyum Tuhan karena tingkah lucu hamba-Mu yang Kamu sendiri sudah tahu kenapa aku bisa selugu dan lucu ini.
Tuhan apakah Anda tertawa?
Tuhan apakah aku boleh bertanya kepada-Mu?
Kenapa aku sampai sejauh ini menghubungimu, bukankah sudah cukup dalam doa setelah shalat saja sudah cukup tidak perlu menuliskannya di blog seperti ini. Itu pertanyaanku.
Tuhan, Kau pasti sudah mendengar ada yang menyebut, mengingat, mengamini, dan meyakini-Mu bahwa Tuhan Maha Oke, seperti penggalan lirik lagu FSTVLST. Atau Mbah Tedjo yang menganggap-Mu Tuhan Maha Asik.
Tuhan tidak marah?
Langganan:
Postingan (Atom)