Selasa, 03 Desember 2013

Teka Teki



Bukankah dunia ini penuh teka dan teki?. Iya, rahasia di mana-mana. Di hutan, di sawah, di laut, di sekolah, di kampus, dan gak lupa di hati. Loncat dari pembahasan ke-rahasia-an dulu, gue mau nulis sesuatu yang gak kalah penting. Gue lebih sering menjadi penggemar, pendengar, penulis, pengamat, penikmat, penonton juga. Tapi jarang jadi pembicara, kecuali pengirim pesan, dan itu beda. Balik ke topik rahasia-rahasia dan teka serta teki tadi. Kegemaran gue yang terlihat pasif menjadikan gue seolah orang yang punya banyak rahasia; rahasia tetap ceria, rahasia tetap ganteng, rahasia menjadi cowok keren, dan rahasia-rahasia lainnya termasuk rahasia tanda lahir gue.

Jadi apa yang mau dibahas?

Gak ada sih, eh, gak jauh-jauh dari dua hal di atas kok. Karena menurut hemat gue, mempunyai kegemaran yang cenderung pasif di mata orang banyak juga gak merugikan. Apalagi kalau disalurkan ke jalur yang benar dan diridhai-Nya.

Rahasia-rahasia dan teka-tekinya dikemanakan?

Di sini aja dari tadi, iya di sini. Di sinilah ke-rahasia-an tersebut berada, bermula dan berakhir, di hati [ngelantur]. Ingat paragraf paling atas, benar sekali rahasia ada di mana-mana. Pertanyaannya, kenapa rahasia itu ada, apa fungsi serta hubungannya dengan kegemaran gue?. 
Gue perjelaskan satu persatu dulu, yang pertama shalat malam perbanyaklah, eh bukan, pertama adalah rahasia diturunkan kepada manusia karena hanya manusialah makhluk Tuhan paling sexy, eh sorry, maksud gue satu-satunya makhluk Tuhan yang berakal-bukan hanya berotak!
Akal itulah yang kemudian menjadi senjata andalan manusia menaklukkan makhluk lain ciptaan-Nya termasuk juga sesama manusianya. Akal ini berkemampuan tinggi baik itu dalam merancang/merancanakan sesuatu, menemukan solusi permasalahan, ataupun juga mengatur anggota tubuh yang lainnya. Akal selalu bisa menyuarakan ide-ide maupun gagasan dalam menghadapi permasalahan kehidupan sehari-hari. Dalam menyuarakan segala ide dan pendapat, manusia cenderung lebih ekspresif dan eksplisit saat melakukan kegiatan penyuaraan ide-ide tadi. Memang, banyak dari kita lebih suka bersorak gembira saat ide tersebut terlaksana dan tentunya sukses serta banyak juga yang dengan bangga tersenyum lebar saat idenya diterima dan dipraktekkan orang lain.

Akal manusia berguna mengungkapkan ide dengan melontarkannya? Lalu apa sebenarnya di balik itu semua?

Tanpa kita sadari lebih, sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan bahwa kemerdekaan itulah yang sangat dioptimalkan oleh makhluk yang berjenis manusia. Kemerdekaan mengungkapkan pendapat, seperti yang kita bahas di atas, maupun kemerdekaan – kebebasan berpendapat di dalam hati. Karena tanpa kalian tahu, orang-orang yang jarang mengungkapkan idenya seketika bisa jadi mereka ialah para pemilik alat penyimpan rahasia. Yap, alat rahasia ini memang tidak diproduksi massal dan hanya orang-orang tertentu yang berkesempatan memiliki serta menggunakan secara legal. Alat penyimpan rahasia ini juga gak akan kalian dapatkan, meskipun kalian dengan muka mengenaskan merintih memohon kepada Doraemon agar mau mengeluarkannya dari kantong ajaibnya!.
Faktanya adalah gue selama ini udah punya yang namanya alat penyimpan rahasia. Dan jangan tanya bentuknya. Alat ini cukup ampuh bagi gue ketika gue mengalami yang namanya ketersendatan berpikir kritis – sistematis pada keadaan genting dalam waktu yang singkat. Misalnya saat diskusi kelompok dan fatalnya ketika terjadi suatu perdebatan.
Gue emang bukan tipe manusia yang banyak omong, gue juga kurang paham ketika diajak berdiskusi apalagi berdebat. Tapi gue sepenuhnya percaya pada kemampuan gue. Kemampuan bermain rahasia, seperti misalnya kenapa gue gak setuju dengan pendapat si A sayangnya gue gak bisa langsung kasih alasan yang mendukung. Ataupun saat dimana gue kurang memperhatikan sesuatu tapi gue gak mampu ngejelasin kenapa gue gak mau memperhatikannya. Di sini gue emang terlihat sebagai manusia yang lebih didominasi oleh perasaan tapi sialnya sebenarnya gue juga bukan orang sensitive. Jadi kalo pisau itu tajamnya kearah lain bukan ke keadaan gue berada, analogi yang gak nyambung sepertinya.
Dan menurut gue, ketika tiap-tiap manusia punya rahasia dan teka-teki kehidupannya yang tidak semua orang tahu dan kita sendiri tidak mencoba mencari tahu rahasia orang lain, maka hidup kalian gak akan pernah terasa flat lagi. Karena kalian akan selalu merasa belum tahu segalanya, di mana perasaan ini akan mendorong kalian buat selalu mempunyai ketertarikan dan rasa hormat terhadap sesame manusia. Seni kehidupan dalam menerima serta menghargai rahasia yang orang lain punya.
Well, setelah sekian banyak ngelantur kesana-kemari, tulisan ini memang tidak banyak memberikan informasi yang penting. Akan tetapi sebagai generasi cerdas pasti akan bisa melihat apa Goal yang ingin gue capai. Betul sekali, nothing can’t be same unless you’re drunk. Orang mabuklah yang gak bisa membedakan mana yang lurus mana yang belok.