Sebagai seorang mahasiswa gue merasa hampa. Entah kenapa kehidupan seorang mahasiswa seperti yang sedang gue jalani malah bikin gue ngerasa gak punya kerjaan. Yah, walaupun akhir-akhir ini banyak tugas menumpuk, sebenarnya bukan karena banyak hanya terlalu malas buat ngerjainnya. Apalagi kalo gak ada yang namanya tugas, paling sehari-hari kerjaannya cuma Datang-Duduk-Diam di kelas terus ngobrol ngalor-ngidul gak jelas dengan sesama mahasiswa. Kasus terparah yang pernah gue alami yaitu ketika gue masuk kuliah jam setengah empat sore dan udah nongkrong di kampus sejak pukul tujuh pagi! Mungkin fakta tersebut udah bisa dijadikan salah satu indikator adanya "makhluk penghuni" kampus.
Beruntunglah dengan kecerdasan yang terbatas, gue bisa menciptakan dunia gue sendiri kalo lagi ngampus. Imajinasi gue yang ngeloyor kemana-mana berhasil membuat gue gak kesepian lagi. Kemampuan daya imajinasi yang gue miliki memang belum terbukti secara ilmiah tapi udah sering terbukti kemanjurannya terlebih kalo lagi sendirian (silahkan praktekkan di rumah).
Selain meluangkan waktu dengan berimajinasi ria, biasanya gue bisa baca-baca buku ataupun novel, meskipun belum lama mengenal dekat istilah membaca-dulunya gue alergi-tapi ini salah satu cara ampuh yang gue saranin buat kalian. Dengan membaca bisa menambah wawasan sekaligus mengalihkan perhatian sejenak dari kehampaan yang gue rasakan selama menjadi mahasiswa.
Oke, beberapa fakta yang gue ungkapkan di atas mungkin dialami juga oleh mahasiswa lain. Harapannya semoga mereka yang mengalami cobaan tersebut agar bisa tabah dan berbesar hati. Ada beragam masalah yang turut memperparah keadaan dan statusisasi ke-hampa-an dalam diri mahasiswa. Misalnya kalo tugas yang dikumpul tidak mendapat respon baik dari dosen, Uas selalu menghadirkan kabar buruk, sekelas sama mantan+pasangan barunya si mantan, uang bulanan telat dikirim, atau juga terinfeksi virus gadget/fashionholic : merupakan kondisi seorang manusia dimana pelakunya mengalami kecenderungan "mudah berubah" (read:menggunakan)-gadget/fashion-dalam rentang waktu harian yang berlebihan.
Seringnya mahasiswa merasa kosong dalam masa studinya tentu berakibat tidak baik untuk perkembangan mental dan nalarnya. Inilah yang kebanyakan mahasiswa alami : kurangnya daya nalar-logis dalam menganalisis suatu permasalahan disekitarnya. Jadilah mereka anak SMA yang masuk kelas mengenakan baju bebas dengan intensitas pertemuan dalam ruangan jauh lebih sedikit.
Perasaan hampa yang sering gue dan mahasiswa lain alami bisa dibagi menjadi dua kategori. Kategori pertama ialah mereka yang merasa hampa disebabkan kondisi disekitarnya tidak memiliki daya dukung untuk diri mereka menghalau kesepian. Contoh nyatanya, seorang mahasiswa yang punya banyak aktivitas di kampus akan tetapi tidak bisa menemukan kebahagiaan di balik statusnya sebagai seorang "mahasiswa" dikarenakan kegiatannya hanya bersifat ikut-ikutan. Kategori kedua, adalah mahasiswa yang sudah melengkapi diri dengan bermacam atribut dengan tujuan membuat suasana saat berada kampus lebih menyenangkan. Contohnya, mahasiswa yang selama menjalani masa studinya tidak terlalu banyak mempunyai aktivitas di kampus bahkan sampai ada yang jarang mengikuti kegiatan belajar mengajar, namun soal apa yang mereka bawa dan kenakan tidak pernah telat update.
Dari analisis singkat tersebut meski belum dilakukan penelitian dan pengamatan serius, gue bisa membayangkan meskipun mahasiswa tersebut selalu belajar, tidak pernah absen, selalu ikut ujian dan tepat waktu mengumpulkan tugas belum tentu dia memahami poin penting menjadi seorang mahasiswa, apalagi kalo dia yang tiap harinya TA-istilah umum dikampus, jarang mengumpulkan tugas dan ikut ujian ditambah tidak pernah membaca buku.
Dan kehampaan tidak akan pernah lenyap kecuali kita mengaktualisasikan nilai-nilai ke-mahasiwa-an yang kita dapat/miliki dalam kehidupan sehari-hari.