Sabtu, 07 April 2018

Melunasi

Paman, kau tak perlu cemas karena belum kau balas suratku sebab itu tak berdampak apa-apa padaku ternyata. Tolong sampaikan padaku Ibuk, aku baik-baik saja sekarang. Sampaikan juga salamku pada bapak, aku selalu mendoakannya agar ia bahagia di akhirat. Tadi malam aku bertemu Kakung dalam mimpi. Ia berkata: aku memaafkanmu, aku memaafkanmu, aku memaafkanmu. Bilang juga pada bibi agar tak usah repot-repot menjadi simpanan Pak Rt lagi.

Surat itu dibacakan oleh si Paman di hadapan istri dan kakaknya dan beberapa anggota keluarga lainnya.

Selepas menulis surat yang kedua kalinya, Ia bersiap-siap berangkat kerja. Dalam kepalanya yang ada hanya kejar target agar segera terwujud segala angan dan terlepas dari beban.

Paman melanjutkan: akan kubayarkan hutang bapakku sebesar satu setengah juta pada minggu kedua bulan Mei. Lalu sisanya akan kucicil sampai lunas. Jangan biarkan Ibuk bersedih.

Ia sudah bekerja seminggu dan ia pikir  cukup mudah mendapatkan uang di kota. Ia tersenyum kecil ketika seorang pria mencium pipinya seraya memasukkan uang di antara dua buah dadanya. Katanya: terimakasih mas, besok datang lagi ya. Sambil mencubit manja perut si pria.