Tercerabut dari akar-akarnya. Tersungging senyum pagi hari. Terancam
oleh manusia lain, menyalak di keramaian pasar. Kurangi perhatian. Kebesaran
tafsir dan kehebatan kata. Secuil makna, sedikit asa. Jernih doa, tujuan tanpa
nama. Alamat yang tak pasti. Runtuh tembok wibawa, manusia berkelakuan
seenaknya. Kerja sekenanya.
Kekerasan di mana-mana. Hati ternoda. Jiwa sakit. Pikiran tumpul.
Kirimi kami nasi. Dan doa-doa di pagi hari. Sumpah serapah. Nafsu yang latah. Birahi
di ketiak televisi. Hasrat berdengung di sela-sela kontrakan murah.
Gelas-gelas kaca penuh darah dan keringat petani. Nyanyian jiwa.
Mata bersinar juga hati gusar.
Batas-batas kewajaran terlampaui. Rumus-rumus jualan
dihindari. Manusia mati, tak bisa mengubur diri.
Jika tak mau jangan mengganggu. Jika tak kuasa jangan henti
berdoa.
Jadilah mati dengan tenang.
Hiduplah dalam damai.