Bagaimana jadinya hidup tanpa tertawa. Sehari tanpa senyum. Pagi
hari lengkap dengan syukur, malam tiba disambut dengan doa. Mau jadi apa kalau
dua puluh empat jam dalam sehari, empat jam saja bisa merasa bahagia. Apa yang
membuat hati jadi gembira, jiwa tenang dan jarang menggerundel. Mata yang
ramah, lidah yang halus, hati yang bestari.
Sedang hidup masih saja tak dapat menghindari kata tapi,
sering menyangkali, menafikan meski sudah dinyatakan.