Sabtu, 14 Mei 2016

Akan kau temui.



Akan kau temui suatu saat nanti
Jemari yang tak lagi kuat menggenggam mimpi
Tangan yang terlalu lemah tuk memberi

Akan kau temui suatu saat nanti
Senyum ramah di jeruji-jeruji besi
Amarah terpendam dalam hati

Akan kau temui suatu saat nanti
Pagi yang tak lagi berseri
Rumah-rumah megah yang sepi

Akan kau temui suatu saat nanti
Daun-daun kering yang tak mati
Pupuk alami yang menghidupi

Akan kau temui suatu saat nanti
Tembok-tembok putih terkotori
Goresan pensil disana-sini

Akan kau temui suatu saat nanti
Baju lusuh terbengkalai di dalam lemari
Jin luntur jarang dicuci

Akan kau temui suatu saat nanti
Luka-luka menganga dan tak terobati
Bekasnya terus menghantui

Akan kau temui suatu saat nanti
Interaksi manusia yang tertata rapi
Tersimpan aman dalam kotak peranti

Akan kau temui suatu saat nanti
Tentang hidup adalah berbagi
Menjadi manusia ialah menyebar kebaikan di muka bumi

Akan kau temui suatu saat nanti
Sungai-sungai kering dibulan januari
Kambing kelaparan tak ada rumput dapat dikonsumsi

Akan kau temui suatu saat nanti
Atap rumah menjadi wahana bermain burung pleci
Pekarangan sering dikunjungi capung warna-warni

Akan kau temui suatu saat nanti
Hujan yang turun tak lagi membasahi
Terik kemarau bisa dihindari

Akan kau temui suatu saat nanti
Teman lama yang telah lama pergi
Dambaan hati resmi bersuami

Akan kau temui suatu saat nanti
Memasak hanya dalam panci
Toko-toko berisi makanan cepat saji

Akan kau temui suatu saat nanti
Mobil bukan sekadar alat transportasi
Kuda-kuda tak mau lagi berlari

Akan kau temui suatu saat nanti
Mendoan merajai kedai-kedai kopi
Tahu susur menjadi kudapan sehari-hari

Akan kau temui suatu saat nanti
Rumah-rumah hijau ditumbuhi tanaman padi
Beras tak perlu impor dari luar negeri

Akan kau temui suatu saat nanti
Obat bius paling ampuh yaitu televisi
Senjata mematikan yakni religi

Akan kau temui suatu saat nanti
Pintu-pintu yang rapat terkunci meski diketuk berkali-kali
Jendela-jendela sunyi dengan tirai-tirai menggelayuti

Akan kau temui suatu saat nanti
Gelas-gelas kotor bekas menyeduh kopi
Piring nasi beraroma sambal terasi

Akan kau temui suatu saat nanti
Buku-buku berhiaskan debu suci
Kertas-kertas tak lagi diproduksi

Akan kau temui suatu saat nanti
Pakaian bukan cuma pembungkus diri
Material yang melekat di tubuh ialah sumber gengsi

Akan kau temui suatu saat nanti
Semut-semut tak lagi doyan gulali
Tikus-tikus tidak saja musuh pak tani