Kamis, 19 September 2019

Terima kasih.


Terima kasih masa lalu dan masa sekarang. Tak ubahnya hembusan angin di sela kemarau, kenangan memperlihatkan keelokannya. Sedikit terasa namun membekas. Terima kasih dan sampai jumpa kau ucap. Tak kau hirau teriknya.

Menyusuri seberang jalan, di atas trotoar menelusuri paving blok yang rusak. Rumput-rumput menyembul. Tak mau kalah. Adalah kegigihan, juga kepedihan. Harapan, katamu, tak ubahnya roti canai dalam kuah kari. Enak, tapi terlalu banyak kalori.