Terima kasih masa lalu dan masa sekarang. Tak ubahnya
hembusan angin di sela kemarau, kenangan memperlihatkan keelokannya. Sedikit terasa
namun membekas. Terima kasih dan sampai jumpa kau ucap. Tak kau hirau teriknya.
Menyusuri seberang jalan, di atas trotoar menelusuri paving
blok yang rusak. Rumput-rumput menyembul. Tak mau kalah. Adalah kegigihan, juga
kepedihan. Harapan, katamu, tak ubahnya roti canai dalam kuah kari. Enak,
tapi terlalu banyak kalori.