Selasa, 17 Januari 2017

Penundaan Menuntut Tanggung Jawab.

Mufakat yang diskenario.

Demokrasi di muka, fasis di kepala.
Lautan manusia hanya sepenggal kisah, darah dan air mata tak ada habisnya.
Kurasi peristiwa, sambung menyambung dengan perantara.
Siapa kuasa ia mengendalikannya.

Subuh berhenti, diujung petang gagak menanti.

Tak ada lagi tangisan sendu, mata terbiasa berurai tanpa disengaja.

Kering tanah, rumput mati, dan ternak kelaparan ialah teman.

Narasi apa yang mereka simpan dan takdir apa yang mereka percaya adalah dua hal berbeda.

Satu pasrah yang lain tak mau mengalah.
Kembalikan jiwa-jiwa yang lelah.
Tubuh lesu dan debu di wajah.
Meski belum sudah.
Menentang memantik amarah, kalah tak dapat dikilah.