Demi orang-orang yang
terlantar. Terpinggirkan. Diabaikan oleh mayoritas, dianggap liyan dan suaranya
tidak pernah dipertimbangkan. Demi mereka yang meneguk segelas air putih untuk
setiap ember keringat yang setiap hari mereka keluarkan. Demi apapun juga yang
telah mereka lakukan untuk bisa membeli sekilo beras, beberapa butir telur
ayam, tahu dan tempe, serta beberapa ikat sayur lengkap dengan bawang juga
cabai dan tomat. Kalian yang rela berpanas-panasan, membiarkan kaki melepuh dan
kulit menghitam, wajah kusam dan tubuh yang dilekati rasa lelah. Walaupun lelah
namun bisa bertahan, sanggup menahan lapar, ngantuk, dahaga dan amarah meski
pernah merasa tidak diberi keadilan, dapat tersenyum dalam keadaan yang
begitu-begitu saja. Kaki yang mengayuh sepeda sejauh yang engkau bisa, lengan
yang tak berhenti melayani para pembeli, telinga yang selalu kuat meski sering
kena hujat. Kalian yang meski tahu salah namun tak mau meluapkan amarah. Kalian
yang diberi lebih akan tetapi masih mau menyisihkan yang ada. Merasa cukup dan
terus berusaha. Keluhan yang tak seberapa dibanding dengan doa dan harapan yang
kalian haturkan. Terimakasih atas senyum yang kalian persembahkan, termakasih
atas ucapan sopan yang kalian utarakan, sikap ramah yang kalian perlihatkan.