Manusia terlahir sebagai
pemimpin di buana. Mengayomi makhluk Tuhan lainnya. Tentu saja kemanfaatan
ialah kuncinya, ketika kita berguna bagi orang lain misalnya maka salah satu
tujuan dari terciptanya manusia terlaksana. Manusia yang bermanfaat tidak harus
melakukan tindakan yang besar, dalam artian menggunakan dana yang besar. Karena
seharusnya dalam kekuranganpun kita bisa memberikan kemanfaatan bagi makhluk
lainnya. Saling mengingatkan menjadi penting dalam hubungan di antara manusia. Kebetulan
juga kegiatan ini tidak memerlukan tenaga yang telalu banyak apalagi dalam
perihal biaya. Intinya ialah pada saat kita mengingatkan orang lain satu hal
penting terpenuhi yaitu pemberian kesempatan. Tidak mungkin sesama teman saling
mengingatkan berkenaan dengan kejelekan, lebih banyak mudharat daripada manfaat
pastinya. Berikan kesempatan dengan saling mengingatkan apa yang seharusnya dan
yang lebih baik dilakukan. Bukan malah mencaci lalu stagnan pada kesibukan
mengkritisi, tanpa tindakan dan contoh nyata sebagai wujud kepedulian kita
terhadap sesama-Nya. Fitrah kita untuk melayani merupakan pengejawantahan kunci
kehidupan manusia yang terpatri pada tindakan kemanfaatan. Mengarahkan manusia
untuk kembali pada hakekatnya selaku khalifah atas makhluk Tuhan lainnya di
dunia.